Menu Tutup

7 Wisata Palangka Raya yang Indah Sebagai Calon Ibukota Baru

Rencana pemindahan ibukota Indonesia dai Jakarta ke Palangka Raya memang sedang sangat diperbincangkan sekarang ini. Untuk itu, banyak orang yang mulai bertanya tanya dan mungkin termasuk anda mengenai destinasi wisata Palangka Raya apa saja yang sebenarnya sangat menarik untuk dikunjungi.

Rencana memindahkan ibukota ini sebenarnya juga sudah pernah dibahas oleh Presiden Soekarno di masa kepemimpinannya. Palangka Raya merupakan ibukota dari provinsi Kalimantan Tengah yang memang pantas dijadikan sebagai pusat pemerintahan negara sebab wilayahnya yang sangat luas serta masyarakat yang multikultural. Berikut ini akan kami berikan daftar wisata Palangka Raya terbaik yang wajib untuk anda kunjungi.

1. Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun

Jika anda pernah menyaksikan film Anaconda di tahun 1997 dan tertarik untuk menyusuri sungai di pedalaman hutan tersebut, maka Taman Nasional Taanjung Puting ini adalah jawabannya. Paket tur di Taman Nasional Tanjung Puting ini membuat anda bisa mengunjungi lokasi ehabilitasi orang utan di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Pondok Ambung dan juga Camp Leakey sambil juga menjelajahi Sungai Sekonyer.

Selama tiga hari dua malam, anda akan tinggal di perahu kelotok yakni perahu tradisional Kalimantan yang sudah lengkap dengan kamar tidur, ruang makan, kamar mandi, dapur dan juga viewing deck. Pemandu nantinya akan berbagi tentang pengetahuan kehidupan orang utan beserta habitatnya di Taman Nasional Tanjung Puting tersebut.

Di sepanjang perjalanan, anda juga akan melihat beberapa jenis monyet lainnya seperti bekantan yakni kera berwarna kuning coklat kemerahan dan memiliki hidung yang besar yang menjadi ciri khas dari monyet ini termasuk juga beberapa spesies hewan lainnya.

Selain itu, anda juga diperbolehkan untuk turun dan berjalan jalan di dalam hutan pada beberapa titik untuk berinteraksi langsung dengan orang utan.

  • Lokasi: Teluk Pulai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
  • Biaya: Mulai dari Rp.1.900.000 per orang untuk paket tur 3 hari dan 2 malam termasuk penjemputan di Bandara Pangkalan Bun, konsumsi serta akomodasi di kapal serta donasi.

2. Jembatan Kahayan, Palangka Raya

Wisata Palangka Raya selanjutnya adalah Jembatan Kahayan yang menjadi jembatan paling panjang di Kalimantan Tengah. Jembatan ini berjarak sekitar 14 km dari Bandar Udara Tjilik Riwut yang membentang di atas Sungai Kahayan dengan panjang 640 meter an lebar 9 meter.

Ketika melewati jembatan ini, anda bisa menikmati kehidupan asli dari masyarakat Kalimantan Tengah yang memang masih sangat tergantung dengan sungai. Sesudah puas menyusuri jembatan, maka pastikan juga untuk berkunjung ke tempat wisata berikutnya yang ada tepat di samping jembatan yakni Taman Pasuk Kameluh. Taman kota ini menjadi spot pemandangan terbaik jika anda ingin melihat matahari terbenam dengan background pemandangan Jembatan Kahayan yang sangat megah dan indah.

Selain itu, anda juga bisa melihat masjid nan mewah dengan kubah kerucut di Taman Pasuk Kameluh dan juga Tufu Soekarno. Tugu tersebut menjadi pertanda jika sejak tahun 1957, Soekarno sudah pernah mempertimbangkan Palangka Raya sebagai alternatif dari ibukota Indonesia.

  • Lokasi: Jl. S. Parman, Langkai, Pahandut, Kota Palangka Raya.

3. Rumah Adat Dayak Pasir Panjang, Pangkalan Bun

Ketika berkunjung ke Kalimantan Tengah, maka tidak lengkap rasanya jika anda belum melihat rumah adat masyarakat Dayak secara langsung. Sebetulnya, memang masih ada banyak rumah adat Betang yang tersebar di berbagai daerah, akan tetapi di Pangkalan Bun terdapat replika yang memang dibangun serta dirawat untuk dijadikan sebagai tempat wisata.

Rumah ini juga dijadikan sebagai pusat upacara adat, acara kesenian serta pertunjukkan tarian adat yang biasa dilakukan masyarakat Pasir Panjang. Rumah betang tersebut merupakan rumah panggung besar yang bisa menampung sampai enam keluarga Dayak.

Filosofi dari rumah adat ini adalah supaya ada hubungan kekerabatan yang sangat kuat di antara keluarga. Akan tetapi, masing masing keluarga juga memiliki ruang masing masing dan bahkan termasuk dapur antar keluarga yang juga terpisah.

Akses masuk ke bangunan ini hanya satu yakni tangga di bagian depan rumah yang akan dimasukkan ke dalam ketika malam hari sebab masyarakat Dayak meyakini ada ngayau atau hantu tanpa kepala yang akan sering masuk ke alam rumah pada saat penghuni sedang tertidur.

  • Lokasi: Desa Pasir Panjang, Jalan Utama Pasir Panjang.
  • Biaya: Gratis jika tidak ada acara.

4. Gunung Usung, Kabupaten Murung Raya

Wisata Palangka Raya berikutnya terdapat di Kabupaten Murung Raya yang berjarak sekitar dua jam dari Kota Muara Teweh. Meski beberapa kota tersebut kurang dikenal, namun bukan berarti area ini tidak berkembang, sebab ada banyak tambang emas dan juga batubara di daerah ini sehingga mendapat sebutan kota industri di Kalimantan Tengah.

Tidak hanya dari ekonomi dan pendidikan yang berkembang, namun tempat wisata di daerah ini juga ikut berkembang seperti salah satunya Gunung Usung. Meski dinamakan gunung, namun lokasi wisata ini hanyalah berbentuk bukit namun tetap sangat menantang ketika anda mendakinya. Selain karena terjal, namun medannya juga sangat berat dan penuh dengan semak belukar.

Para pemuda biasanya sangat senang menghabiskan akhir pekan disini dengan cara berkemah di tanah lapang kaki bukit. Pada tengah malam, mereka kemudian pergi ke puncak untuk menunggu matahari terbit. Dari atas Gunung Usung ini, anda akan melihat Sungai Barito yang membentan sejauh 900 km dan juga beberapa desa yang ada di sekitar perbukitan.

  • Lokasi: Muara Sumpoi, Murung, Kabupaten Murung Raya.

5. Air Terjun Tosah, Kabupaten Murung Raya

Karakteristik dari alam kabupaten Murung Raya memang didominasi dengan pegunungan serta perbukitan dan hulu sungai sehingga udara disini sangat sejuk. Jika anda menjauh dari Puruk Cahu yakni pusat kabupaten, maka anda akan menemukan berbagai air terjun yang sangat memukau dan belum dijamah seperti Air Terjun Diggie 2, Epat Lime, Puruk Kawuk, Babuat, Lopus 2 dan lainnya.

Medan untuk menuju air terjun memang cukup sulit sehingga anda harus meminta bantuan dari masyarakat setempat. Jika sudah sampai ke Murung Raya, maka anda harus singgah ke Air Terjun Tosah yang jaraknya cukup dekat dari pusat kota sehingga memang paling terkenal di kalangan masyarakat. Di bagian bawah air terjun setinggi 15 meter ini, ada kolam alami yang berundak yang memberikan pemandangan alam tiada duanya.

  • Lokasi: Muara Jaan, Murung, Kabupaten Murung Raya.
  • Harga Tiket Masuk: Ro.10.000 per orang.

6. Bukit Tangkiling, Palangka Raya

Bukit Tangkiling juga menjadi objek wisata di Palangka Raya yang menjadi bukti keharmonisan masyarakat Kalimantan Tengah. Palangka Raya sendiri memang merupakan sebuah kota yang pemeluk agamanya hidup berdampingan dengan harmonis.

Di Bukit Tangkiling terdapat sebuah destinasi wisata yang ada di antara Kota Palangka Raya dengan Kasongan yakni ibukota Kabupaten Katingan. Pada bukit setinggi 500 meter tersebut, anda akan melihat biara pertapaan atau Bukit Doa Karmel dan juga bangunan Pura Hindu Kaharingan serta Pura Sali Paseban. Lokasi ketiganya ini saling berrdekatan sehingga memberikan kesan yang damai bagi para pengunjung. Selain itu, di Bukit Tangkiling ini juga memberikan pemandangan perbukitan yang hijau dan sangat cocok untuk tracking serta menyegarkan pikiran anda.

  • Lokasi: Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.

7. Danau Tahai dan Nyaru Menteng, Palangka Raya

Sebagian besar kawasan Palangka Raya adalah lahan danau gambut dimana anda juga bisa berjalan jalan di hutan gambut Danau Tahai. Hal unik dari Danau Tahai ini adalah airnya yang berwarna merah karena akar akar pohon gambut. Sedangkan di sekeliling danau juga terdapat jembatan kayu serta beberapa rumah terapung yang dinamakan dengan rumah lanting.

Sesudah puas menyusuri Danau Tahai, anda juga bisa berkunjung ke Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng yang jaraknya hanya satu kilometer saja. Disini, anda bisa melihat orang utan yang sedang dilatih agar bisa kembali ke habitat aslinya.

  • Lokasi: Tumbang Tahai, Bukit Batu, Kota Palangka Raaya.
  • Harga Tiket Masuk: Rp.5.000 ke Danau Tahai dan gratis ke Nyaru Menteng serta tambahan untuk donasi atau membeli merchandise.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *