Menu Tutup

Perawatan Elektronik Power Steering Supaya Lebih Awet

Elektronik power steering atau electrick power steering adalah salah satu sistem power steering yang sudah ada sejak 13 tahun lalu yang berguna untuk mengurangi tenaga yang diperlukan ketika memutar kemudi mobil. Power steering memang memiliki perubahan yang mengikuti perkembangan zaman sehingga banyak produsen mobil yang terus memproduksi mobil dengan sistem kemudi riangan dan serba elektrik sehingga memudahkan pengoperasian penggunanya.

Power steering mobil juga terdiri dari beberapa jenis seperti hidrolis dan juga elektrik. Untuk ulasan berikut, kami akan berikan penjelasan tentang perbedaan kedua jenis power steering tersebut dan juga cara perawatan elektronik power steering agar lebih awet secara lengkap.

Perbedaan Power Steering Hidrolis dan Elektrik

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, ada beberapa jenis power steering yakni hidrolis dan elektrik yang keduanya tentu memiliki beberapa perbedaan seperti berikut ini.

Power Steering Hidrolis

Power steering hidrolis adalah jenis power steering yang dipakai pertama kali pada mobil zaman dulu yang sudah mempunyai power steering pada mobil bertipe penggerak roda depan. Pada saat ini, jenis power steering ini masih digunakan hanya pada mobil sedang.

Untuk power steeringnya menggunakan power rack serta pinion sistem yang disebut dengan integral power steering gear assembly. Pada sistem tersebut masih menggunakan satu pompa power steering yang biasa dipasang pada engine yang digerakkan memakai satu belt. Sedangkan untuk aliran minyak power steering berasal dari pompa rack memakai selang power steering high preasure dan selang balik power steering.

Untuk cara kerjanya, jika setir kemudi diputar maka antara bobot kendaraan akan terjadi gesekan ban di permukaan jalan yang kemudian menyebabkan torsion bar di dalam rotary valve membelok.

Elektrik Power Steering

Elektrik power steering atau disingkat EPS merupakan salah satu mekanisme spec teknologi terbaru tanpa memakai pompa oli power steering. Ini bisa bekerja dengan sendirinya ketika mobil berada dalam posisi on atau standby. Ketika anak kunci kontak diputar, maka tenaga yang dihasilkan motor listrik power steering bisa digerakkan dengan tenaga listrik yang dihasilkan aki.

Indikator power steering atau indikator di dashboard mobil juga bisa dilihat dari speedometer mobil yang umumnya ditandai lampu bergambar setir berbentuk lingkaran. Apabila mesin sedang hidup, maka noise suppressor akan mengirim perintah ke control module untuk menjalankan motor listrik serta clutch yang menghubungkan motor dengan batang setir.

Pada bagian sensor di steering rack kemudian akan mengirim informasi pada control module ketika setir mulai diputar. Sesudah perintah pesan tersebut sampai ke control module, maka arus listrik akan dibalikkan sesuai kebutuhan pada motor listrik akan segera melakukan putaran gigi kemudi kemudian jika anda memutar kemudi, maka akan terasa lebih ringan.

EPS juga mempunyai sistem vehicle speed sensor, electronic, electronic throttle dipakai ketika mobil sudah berjalan dengan kecepatan lebih dari 80 km. Kemudian sensor vehicle speed akan mematikan motor elektrik power steering sehingga menjadi lebih berat supaya lebih aman dan stabil ketika mobil berada dalam kecepatan tinggi. Untuk itu, pengaturan motor listrik akan berjalan dengan otomatis sesuai dengan kebutuhan dan besaran arus listriknya. Jika terjadi kesalahan, maka sensor akan memberikan kode tertentu jika terjadi malfungsi pada sistem.

Perawatan Elektrik Power Steering

Sesudah mengetahui apa saja perbedaan dari jenis power steering hidrolis dan elektrik power steering, berikut akan kami jelaskan apa saja perawatan elektrik power steering yang bisa anda lakukan supaya lebih awet.

1. Hindari Mengemudi Pada Jalan Rusak

Cara pertama untuk perawatan elektrik power steering adalah dengan menghindari jalanan rusak atau berlubang. Jika mobil anda memang sudah dilengkapi dengan sistempower steering, maka sebaiknya hindari jalan yang rusak. Namun jika memang tidak ada jalan lainnya, maka sebaiknya lewati jalan tersebut dengan perlahan dan hati hati.

2. Hindari Jalanan Banjir

Selain menghindari jalanan rusak, maka jalanan yang tergenang air juga sebaiknya anda hindari sebab bisa menyebabkan power steering menjadi rusak. Kebiasaan mengemudi di jalanan yang tergenang air juga bisa merusak beberapa komponen lainnya khususnya jika banjir cukup tinggi.

3. Hindari Berkendara Lebih Dari 10.000 Km

Yang dimaksud dengan jarak 10.000 km disini adalah jarak yang sudah ditempuh mobil anda. Pemakaian kendaraan lebih dari jarak ini akan sangat berpengaruh pada kondisi power steering ditambah dengan cara mengemudi yang tentu bisa membuat kondisi power steering menjadi rusak.

4. Hindari Ban Berbelok Ketika Parkir

Hal yang dianggap sepele dan sering dilakukan pemilik kendaraan namun sebenarnya bisa merusak elektronik power steering adalah memarkir mobil dalam kondisi ban yang berbelok. Kebiasaan yang terus dilakukan terus menerus ini bisa menyebabkan power steering dan juga ball joint tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan lebih cepat rusak.

5. Memutar Kemudi Dalam Kecepatan Sedang

Ketika anda melakukan putaran pada setir mobil, maka akan lebih baik jika anda melakukannya dengan kecepatan yang lambat atau sedang dan hindari melakukan putaran kemudi yang sangat cepat.

6. Pakai Grease Berkualitas

Yang dimaksud dengan menggunakan grease berkualitas adalah untuk mengurangi getaran yang trejadi pada saat motor EPS sedang bekerja. Selain berfungsi untuk mengurangi getaran, pemakaian grease yang berkualitas juga berguna untuk mencegah suara berisi yang bisa terjadi ketika melewati kondisi jalan yang kurang baik. Anda bisa membeli grease berkualitas dengan harga sekitar 200 ribu yang juga akan mengoptimalkan pelumasan.

7. Hindari Modifikasi

Masing masing produsen kendaraan tentu sudah merancang motor EPS yang sudah disesuaikan dengan spesifikasi serta kebutuhan kendaraan rancangannya. Apabila motor EPS sudah dimodifikasi dengan melakukan penggantian motor gigi atau merubah motor, maka dari segi keamanan mobil tersebut sudah dikorbankan.

8. Periksa Soket EPS Dengan Teratur

Soket EPS yang sudah getas bisa menyebabkan ketidaksempurnaan listrik yang mengalir ke semua sistem. Untuk itu, penggantian soket EPS yang sudah getas sangat disarankan. Jika soket sudah getas dan hanya dibiarkan begitu saja, maka risiko pecah pada soket bisa berdampak buruk seperti seluruh sistem dari EPS mati dan juga stir akan terasa berat ketika belok.

9. Sesuaikan Setelan EPS

Untuk jenis mobil tertentu, sistem EPS sudah dilengkapi dengan fitur yang membuat EPS bisa di setel berat dan ringannya. Biasanya, pengendara lebih mengutamakan laju kencang akan memakai mode sport untuk menjaga kestabilan dengan merubah setir menjadi berat. Selain mode sport, ada juga mode comfort dan juga mode normal yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan.

10. Perhatikan Karet But Stir

Karet but stir juga jangan sampai robek dan jika kondisinya sudah retak atau sobek, sebaiknya segera ganti bagian karet but stir tersebut. Jika hanya dibiarkan, maka bisa menyebabkan racks steer lebih cepat rusak dan berakibat masuknya air, debu serta kotoran ke as rack setir dan bisa menimbulkan bunyi ketika kemudi diputar serta menyebabkan setir terasa berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *